Rabu, 19 Januari 2011

Pernyataan Resmi DSP Media Menyoal Tuntutan dari 4 Member KARA, Goo Hara Tidak Jadi Menuntut, dan Gyuri Tetap Berkativitas Seperti Biasa

Dengan sukses mengejutkan public dengan berita 4 member KARA, Seungyeon, Nicole, Hara, dan Jiyoung yg menuntut pemutusan kontrak dengan DSP Media, kali ini sudah makin banyak berita perkembangan soal hal ini.



Menurut sumber, DSP Media baru saja megajukan penetapan hak cipta atas nama grup KARA. Hak paten ini akan diterapkan di 85 hal berkaitan dengan KARA. Jadi gini, kalau para member itu nantinya ketika hak paten itu sudah jadi, mereka perlu ijin khusus dari DSP kalau mau memakai nama KARA. Termasuk semisal saja mereka mau keluar dari DSP, mereka tidak bisa memakai nama KARA. Ini semua diduga karena popularitas KARA yg akhir2 ini semakin meningkat pesat.

Tim pengacara KARA Landmark, yg diwakili Hong Myungho , berkata pada Star News, ”Sebelum kami melaporkan berita ini ke public kami sudah berdiskusi dulu dengan orang tua mereka dulu dan meminta pendapat mereka. Dari semuanya, tidak ada yg mau melihat mereka tetap tinggal di bawah naungan DSP Media. Kami akhirnya menyepakati untuk menuntut DSP Media supaya memutuskan kontrak kerja mereka.”

Perlu diketahui leader Park Gyuri tidak ikut menuntut DSP media, kenapa ???, “Kami memang cuman bekerja untuk 4 member saja, jadi kami tidak tahu posisi Gyuri. Kami sudah berdiskusi dengan para orang tua sejak 2 bulan lalu. Pada saat itu, mereka sudah berulang kali mengusahakan berkompromi dengan agensi, tapi mereka tidak bisa mencapai kata sepakat, jadi mereka memutuskan supaya kontrak mereka dihentikan saja.”

Nah, Gyuri sendiri mengatakan, “Aku mendengar hal ini baru hari ini kalau dongsaeng2 ku menuntut agensi kami. Aku tidak begitu mengerti dengan situasi ini sekarang, aku harus menghubungi mereka dulu dan agensi kami. Aku baru membaca artikelnya sekarang ini. Aku akan mencari tahu. Aku sendirian sejak semalam karena acara radioku selesainya larut malam. Tapi, sekarang yg aku ingin lakukan hanyalah bersama member KARA lainnya. Itulah jalan yg terbaik. Kami akan ngobrol bersama setelahnya pasti aku baru akan mengerti apa yg tejadi.”

Leader Gyuri, yg satu2nya tidak mengajukan tuntuta, tetap akan melanjutkan kegiatannya seperti yg sudah dijadwalkan. Dia tetap akan tampil di acara radio MBC “Shimshimtapa” bersama Super Junior Shindong.

Landmark ketika diwawancarai oleh Star News, melalui Hong menyatakan, “Seungyeon, Nicole, Hara, dan Jiyoung tidak akan melakukan kegiatan apapun yg dibuat DSP Media. Alasan mereka mengajukan gugatan untuk menghentian kontrak adalah untuk mengakhirii jadwal mereka yg tertunda. Sebelumnya, kami secara resmi sudah memulai mengajukan tuntutan, kami akan menemuan cara mencapai kesepataan agar jadwal bisa dipenuhi seperti yg sudah diumumkan. Tapi pastinya tidak aka nada kemungkinan mereka mencapai kata sepakat dengan DSP Media. Masalah ini sudah ada sejak lama dan posisi mereka sudah absolute.”

Drama Jepang KARA, “URAKARA,” diduga menjadi salah satu bagian yg paling akan terkena dampak dengan masalah ini, karena penayangan acara ini pastinya tergantung tercapainya kata sepakat antara dua belah pihak..

Tapi, kalau dari sisi DSP media, mereka baru saja mengumumkan begini…







“DSP Media akan mengumumkan pernyataan resmi untuk merespon aksi member Jung Nicole, Han Seungyeon, Kang Jiyoung, dan Goo Hara dari KARA. Kami baru saja menerima pengumuman satu sisi dari pengacara mereka Landmark, pada 18 Januari. Tapi, Goo Hara memutuskan untuk tidak bergabung member lan yg mengajukan tuntutan.


Berdasarkan pernyataan mereka, CEO Lee Hoyeon dari DSP Media yg dirawat di rumah sakit selama 10 bulan menyebabkan manajemen jadi tidak efisien dalam merencanakan dam mempromosikan kegiatan grup. Tapi tidak benar begitu, istri CEO kami menggantikan posisinya menjalankan administrasi. Popularitas KARA yg meledak di Jepang membuktikan usaha2nya, dan ini membuktikan kalau manajemen tidak melakukan salah langkah dalam mengatur kegiatan mereka.

CEO Lee Hoyeon tidak bisa menjalankan perusahaan sejak Maret 2010 dan debut dan kegiatan KARA di Jepang bisa dilakukan 5 bulan kemudian. DSP Media melakukan semaksimal mungkin untuk mendukung dan mempersiapkan usaha KARA masuk pasar Jepang.

Menyoal pembagian pendapatan yg diklaim ibunya Nicole dan pengacaranya, informasi ini sama sekali tidak benar dan jelas2 ini adalah salah paham. Pembagian pendapatan dibagi secara terhormat dan jelas menguntungkan di sisi member KARA dan tidak seperti yg mereka katakana, tiap pegawai juga dibayar di saat yg sama ketika keuntungan diterima.

Mereka juga mengatakan kalau DSP melkukan semau kami sendiri melakukan jadawal dan kegiatan mereka, ini juga perkataan yg tidak berdasar. Ini adalah klaim yg tidak hanya menjatuhkan perusahaan juga menjatuhkan para pegaweai yg sudah bersusah payah membangun KARA dan membesarkan KARA sebagai grup top Korea yg menjadi pemimpin Hallyu Wave.

Dan menyoal laporan lain kalau ada berita yg berkata ada agensi lain yg membujuk orang tua mereka dan pengacara mereka supaya para member mengajukan pemberhentian kontrak, kami minta supaya mengehentikan pemberitaan semacam itu. Kami mohon sekali, kami akan memastikan kalau mereka tidak menghentikan secepatnya, mereka akan berhadapan dengan tuntutan hokum dari kami.

Sebagai perusahaan yg mencurahkan keringat dan usaha untuk membentuk KARA yg ada sekarang ini, kami sungguh berharap isu ini tidak akan menjadi melebar. Seharusnya ada pernyataan kedua belah pihak, perubahan dan perbaikan yg dilakuakn dalam jalur yg trerbaik untuk mempromosikan mereka sebagai grup idola Korea.”

Source: Star News via Nate

Source: Star News #1, #2 via Nate





Source: Star News via Nate


via asianfansclub

Tidak ada komentar:

Posting Komentar